Tulisan dari ‘Alat Musik’ Kategori

Gamelan

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Gamelan

Dod-dog

”Dog” dalam hal ini bukanlah terjemahan bahasa Inggris yang berarti Anjing. Di Jawa Barat terdapat alat musik yang bernama ”dog-dog lojor”. Kata tersebut diambil bukan adopsi dari bahasa Inggris, tetapi bunyi yang dihasilkan dog…dog…dog.

Dogdog terbuat dari batang kayu bulat. Diameter pada rongganya berukuran 15 cm dan ujungnya mengecil, berdiameter 12-13 cm. Panjangnya lebih kurang 90 cm-100 cm sehingga disebut ”lojor”. Ujung bulatan yang berdiameter 15 m itu ditutup dengan kulit kambing yang telah dikeringkan, kemudian diikat dengan tali bambu dan dipaseuk /baji untuk mengencangkan kulit tersebut.

Alat musik tabuh ini dimainkan sebanyak 12 orang, terbagi atas dua kelompok. Tiap kelompok terdiri dari dua orang pemain dogdog dan empat orang pemain angklung. Seorang dari pemain dogdog menjadi pemimpin dalam kelompoknya.

Pukulan berbunyi dogdog menjadi permulaan main bagi pemain angklung. Selanjutnya pada pukulan dogdog pakpak pong, pak…………….pak……. pong, pemain angklung serempak membunyikan angklung dengan membawakan lagu “Kacang Buncis” atau “Tongeret”.

Pertunjukan seni Dogdog Lojor dilakukan dalam upacara adat seren taun, sedekah bumi dan ruwatan. Tujuannya sebagai sarana ungkapan rasa syukur, ungkapan penolak bala, dan ungkapan persembahan.

Sejalan dengan perkembangan zaman, pertunjukan Dogdog Lojor dilakukan dengan penuh kegembiraan sehingga berkembang menjadi seni pertunjukan hiburan dan permainan rakyat.

Sumber :

http://matortor.wordpress.com/2011/05/18/dog-dog-alat-musik-unik-dari-jawa-barat/

Calung

Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe (purwarupa) dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan memukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih).

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Calung

Arumba

Arumba (alunan rumpun bambu) berasal dari daereah Jawa Barat. Arumba adalah alat musik yang terbuat dari bahan bambu yang di mainkan dengan melodis dan ritmis. Pad awalnya arumba menggunakan tangga nada pentatonis namun dalam perkembangannya menggunakan tangga nada diatonis.

Sumber :

http://sukolaras.wordpress.com/2008/07/05/musik-tradisional-indonesia/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.