”Dog” dalam hal ini bukanlah terjemahan bahasa Inggris yang berarti Anjing. Di Jawa Barat terdapat alat musik yang bernama ”dog-dog lojor”. Kata tersebut diambil bukan adopsi dari bahasa Inggris, tetapi bunyi yang dihasilkan dog…dog…dog.

Dogdog terbuat dari batang kayu bulat. Diameter pada rongganya berukuran 15 cm dan ujungnya mengecil, berdiameter 12-13 cm. Panjangnya lebih kurang 90 cm-100 cm sehingga disebut ”lojor”. Ujung bulatan yang berdiameter 15 m itu ditutup dengan kulit kambing yang telah dikeringkan, kemudian diikat dengan tali bambu dan dipaseuk /baji untuk mengencangkan kulit tersebut.

Alat musik tabuh ini dimainkan sebanyak 12 orang, terbagi atas dua kelompok. Tiap kelompok terdiri dari dua orang pemain dogdog dan empat orang pemain angklung. Seorang dari pemain dogdog menjadi pemimpin dalam kelompoknya.

Pukulan berbunyi dogdog menjadi permulaan main bagi pemain angklung. Selanjutnya pada pukulan dogdog pakpak pong, pak…………….pak……. pong, pemain angklung serempak membunyikan angklung dengan membawakan lagu “Kacang Buncis” atau “Tongeret”.

Pertunjukan seni Dogdog Lojor dilakukan dalam upacara adat seren taun, sedekah bumi dan ruwatan. Tujuannya sebagai sarana ungkapan rasa syukur, ungkapan penolak bala, dan ungkapan persembahan.

Sejalan dengan perkembangan zaman, pertunjukan Dogdog Lojor dilakukan dengan penuh kegembiraan sehingga berkembang menjadi seni pertunjukan hiburan dan permainan rakyat.

Sumber :

http://matortor.wordpress.com/2011/05/18/dog-dog-alat-musik-unik-dari-jawa-barat/