Merupakan rumah tradisional yang berasal dari Jawa Tengah dan sekitarnya. Rumah tradisional ini adalah perkembangan dari rumah tradisional bentuk “kampung pokok”. “Rumah kampung srotong” ini memiliki 2 buah “emper”. Jadi dapat dikatakan bahwa rumah ini terbentuk dari 2 buah bangunan bentuk rumah tradisional “panggangpe” yang disatukan sehingga mempunyai dua buah sisi atap yang sama bentuknya atau simetris. Pada titik tengah atap terdapat satu bubungan atau “wuwung” yang berfungsi untuk menyangga struktur utama atap dan sudut kemiringan atap serta mempunyai dua buah tutup keong pada sisi penutup samping kiri dan kanan atapnya. Keseluruhan konstruksi menggunakan bahan dasar kayu dengan struktur serat kuat seperti kayu jati, kayu sono keling, kayu nangka dan jenis lainnya. Pondasi utama biasanya hanya menggunakan batu yang sering disebut sebagai umpak. Struktur keseluruhan tiang tidak bersifat paten, tetapi dapat bergerak, karena menggunakan sistim konstruksi purus sebagai pengunci struktur tiang yang masuk kedalam umpak sebagai titik beban yang terpusatkan. Tiang saka pada bangunan ini keseluruhannya dapat berjumlah 8 buah, 12 buah, 16 buah dan seterusnya. Gambar diatas adalah bagunan kampung srotong yang menggunakan tiang saka sebanyak 12 buah

Sumber :

http://www.gebyok.com/rumah-tradisional-jenis-kampung-srotong.html